PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN

Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN TK / RA
UNTUK PENINGKATAN MENEJEMEN KUALITAS PENDIDIKAN
PENDAHULUAN.
Di era globalisasi saat ini dunia pendidikan dihadapkan pada pilihan yang bisa menawarkan publisitas yang menyakinkan, agar bisa menawarkan nilai jual pendidikan yang bisa diminati oleh pelanggan, dengan nilai jual yang memadai niscaya minat akan semakin meningkat. Apalagi di dunia Pendidikan nilai jual yang ditawarkan oleh lembaga sekolah atau pendidikan memang harus sesuai dan memenuhi stándar yang telah ditawarkan dan dibakukan oleh pemerintah melalui peraturan atau perundangan yang ada.
Dalam dunia Pendidikan hal yang utama harus disiapkan untuk memenuhi kreteria nilai jual pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia yang menjadi sumber utama dalam rangka meningkatkan mutu sekolah. Tetapi perlu disadar dan diingat bahwa sumber daya manusia merupakan aset yang tidak kecil nilainya dalam peningkatan kualitas pendidikan di suatu lembaga pendidikan apapun. Maka dengan latarbelakang di atas maka muncul pandangan mengenai gambaran sumber daya manusia yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan disiapkanoleh suatu lembaga pendidikan tingkat manapun.Maka munculah sebuah narasi pembahasan yang berkaitan dengan :
A. Gambaran Sumber Daya Manusia yang ada saai ini
B. Masalah masalah yang dihadapi dalam rangka mencapai tujuan organisasi
C. Usaha – usaha yang dilakukan yang digunakan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
A.Gambaran sumber daya manusia yang saat ini terjadi di suatu lembaga pendidikan tentunya sangatlah berbeda antar lembaga pendidikan yang lain. Namun banyak terjadi kesenjangan di kulifikasi pendidikan. Ijasah yang berlum sesuai dengan stándar yang ada.

Setyoningsih KKG Kenanga,sidoharjo
Gambaran sumber daya manusia yang terjadi di TK Pertiwi I Tenggak saat ini sangatlah fariatif maka perlu penyetaraan dan peningkatan kualifikasi akademi. Dari empat tenaga pendidik yang sudah memenuhi estándar baru duaa orang guru , naka bagi mereka yang belum memenuhi sntadar yang ada maka mereka wajib mengikuti penyetaraan. Dengan demikian peningkatan kualitas menejemen pendidikan yang memenuhi stándar yang dibakukan dapat terpenuhi.
B. Sekarang ini banyaklah problem yang ada dalam kelembagaan pendidikan yang berkatan dengan sumber daya manusia. Diantaranya adalah :
1. Sumber daya manusia yang berkaitan dengan kulifikasi pendidikan
2. Rendahnya menejemen guru yang merupakan sumber daya manusia di bidang pendidikan
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan pendidikan
4. Kurangnaya penyegaran dan peningkatan menejemen pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan pendidikan.
Dengan asumsi permasalahan – permasalahan seperti tertulis diatas maka perlu usaha –usaha penyelesaian untuk mengatasi masalah yang tertera diatas . Sehingga dengan terselesainya masalah yang dihadapi maka lembaga pendidikan akan merasa mempunyai nilai jula yang menyenangkan sehingga pelanggan p[endidikan akan merasa puas dan yakin, mengatasi masalah yang berkaitan dengan :
1. Masalah kulaifikasi pendidikan yang harus terpenuhi di diera globalisasi ini adalah salah satunya pemyesuaian akademi, saat ini masih banyak guru yang merupakan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi ijasah yang di bawah stándar yang telah dibakukan oleh pemerintah. Saat ini masih banyak guru yang kualifikasinya belum Strata I atau D IV. Maka dari itu guru yang merupakan sumber daya manusia perlu menyetarakan ijasah kulifikasi akademiknya. Maka mereka yang belum SI atau D.IV harus menempuh penyetaraan atau mereka harus sekolah lagi. Akhirnya mereka harus mengikuti penyetaraan untuk sekolah lagi.
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
2. Masalah yang berkaitan dengan menejemen dalam bidang pendidikan, berkaitan dengan menejemen yang berkitan dengan kelembagaan diantaranya adalah menejemen yang berkaitan dengan pembinaan organisasi. Satu diantaranya adaah pemahamn tentang memejemen gugus yang ada di lembaga TK / RA.
3. Rendahnya pemahaman yang berkaitan dengan kontribusi yang mendukung keberhasilan lembaga pendidkan. Maka dijaman sekrang ini seorang guru haruslah banyak belajar untuk memahami menejemen yang berkitan dengan kelembagaan pendidikan, dengan banyak mengikuti latihan dan pendidikan .
4. Kurangnya penyegaran dan pemahamn tentang sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan mutu lembaga pendidikan, maka lembaga – lembaga yang ada harus banyak mengadakan workshop dan penyegaran – penyegaran pemahaman menejemen pendidikan yag marak dilakukan oleh banyak kalangan, maka guru sebagai sumber daya manusia yang handal dan proaktif maka harus berani utnuk senantiasa mengikuti perkembangan yang ada , sehingga akan memudahkan mengadapi perkemnagan dengan kesiapan mental dan disiplin ilmu yang semakin meningkat.
C.Usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada dalam kelembagaan dalam rangka meningkatan mutu pendidikan haruslah sesuai denngan perkembangan yang ada. Sesuai dengan peraturan menteri Pendidikan no 52 tentamg akreditasi tahun 2009 yaitu tentang akreditasi TK /RA maka seorang guru biar mendapat poin 4 harus berijasah S I / D IV, maka bagi mereka yang belum S I atau D IV harus berani dan dengan profesional mau mengikuti penyetaraan yang ada sehingga kualifikasi akademi yang diinginkan oleh perundanga nbisa terpenuhi.
Selain usaha pemenuhan kualifikasi pendidikan atau ijasah maka perlu juga memahami pemahaman yang berkaitan dengan menejemen kelembagaan yang dapat meningkatkan peningkatan mutu pendidikan . Salah satunya adalah pemahaman tentang menejemen gugus , dalam hal ini adalah nenejemen gugus di TK / RA, Pemahaman yang harus dimilki oleh guru sebagai berikut:
Setyoningsih KKG Kenanga, sidoharjo
MANAJEMEN GUGUS
TAMAN KANAK-KANAK
Dasar
1. Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah.
3. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 486/U/1992 tanggal 30 November 1992 tentang Taman Kanak-Kanak.
4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 053/U/2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Prasekolah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah nomor 086/C/Kep/U/1995 tanggal 6 Mei 1995 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Guru melalui Pembentukan Gugus Taman Kanak-Kanak.
Tujuan Manajemen Gugus TK
 Tujuan Umum
Meningkatkan kinerja pembina pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan dalam mengelola gugus TK secara profesional untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetitif di kalangan gugus TK dalam rangka maju bersama mewujudkan manajemen gugus TK dan manajemen TK yang efisien dan efektif.
Perencanaan Program menejemen gugusTK
Fungsi dari Gugus TK:
 Menjadi wadah pembinaan profesional yang terencana dan sistematis.
 Menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerja sama, kompetisi yang positif untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan TK.
Setyoningsih KKG kenangga, sidoharjo
 Memperluas penyebaran informasi, inovasi pendidikan dan pembinaan tenaga kependidikan dengan narasumber intern dan atau ekstern.
 Mengatasi berbagai masalah, kendala, dan kebutuhan guru melalui diskusi dalam pertemuan rutin.
 Menanggulangi keterbatasan fasilitas yang ada di TK melalui pengaturan sirkulasi fasilitas bersama.
 Menjadi bengkel pembuatan alat peraga, bahan pembelajaran, dll.
 Meningkatkan peran serta masyarakat dan orang tua murid untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.
Pembentukan gugus TK dilengkapi dengan Surat Keputusan pembentukan gugus yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Syarat-syarat pembentukan gugus TK:
 Jarak TK dalam satu gugus relatif saling berdekatan sehingga memudahkan dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.
 Satu gugus TK terdiri dari 1 TK Inti, paling sedikit 2 TK Imbas dan paling banyak 7 TK Imbas.
 Pada setiap gugus dibentuk Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK) yang berada di TK inti.
 TK inti dipilih dari TK yang memiliki kelebihan di antara beberapa TK anggota gugus.
Visi dan Misi Gugus TK
Visi merupakan pernyataan filosofi yang sederhana berisi cita-cita bersama pada masa yang akan datang. Visi dapat menjadi aspirasi gugus TK sebagai arah dan dasar perencanaan untuk mencapai tujuan.

Misi merupakan penjabaran dari visi yang berisikan tentang kegiatan-kegiatan operasional sebagai arah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.

Setyoningsih , KKG Kenanga, Sidoharjo
Organisasi Gugus TK
1. Pembina Administratif gugus TK : berperan memberikan dukungan kebijaksanaan dan administrasi, serta memberikan motivasi terhadap pelaksanaan program pada semua gugus TK di wilayah tsb.
2. Pembina Teknis gugus TK : berperan merumuskan kebijaksanaan teknis serta pokok-pokok program peningkatan mutu pendidikan di TK.
3. Ketua : ketua dipilih dari salah seorang kepala TK dalam gugus atau kepala TK Inti.
4. Sekretaris : sekretaris dipilih dari salah seorang guru TK dalam gugus .
5. Bendahara
6. Anggota : terdiri dari semua guru dan kepala TK dari TK Inti dan Imbas.
Komponen Gugus TK
 Guru TK
 Kepala TK
 Pembina tingkat Kecamatan
 Komite Sekolah
Mekanisme Kerja Gugus TK
Mekanisme kerja gugus TK melibatkan: bagi T
1. TK Inti :
• – Pusat kegiatan dan pusat informasi K Imbas yang tergabung dalam gugus.
• – merupakan TK percontohan bagi TK Imbas anggota gugus.
• – sebagai pusat informasi pengembangan pendidikan dalam gugus TK.
• – Menjalin kerjasama dengan masyarakat dan orang tua murid agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan di TK

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
2. TK Imbas : TK yang berada dalam lingkungan gugus dan menjadi anggota dari gugus TK yang bersangkutan.
. Pusat Kegiatan Guru TK (PKGTK)
1.Tempat pembahasan dan pemecahan masalah bagi guru yang mengalami kesulitandalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
2.Wadah kegiatan para guru yang tergabung dalam gugus.
3.Tempat penyebaran informasi tentang inovasi pendidikan.
4.Pusat kegiatan praktik pembuatan dan penggunaan alat peraga.
PKGTK terdiri dari :
>Kelompok Kerja Guru (KKG), merupakan wadah pertemuan dan kegiatan guru-guru TK dalam satu gugus.
>Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-Kanak (KKKTK)
>Pembina Administratif dan Teknis
Program Kerja Gugus TK
• Program pengelolaan manajemen gugus TK
• Program peningkatan mutu pendidikan TK.
• Program kerjasama untuk pengembangan gugus TK.
• Program evaluasi gugus TK
• Pelaporan gugus TK
PELAKSANAAN PROGRAM GUGUS TK
A. Pelaksanaan program Pengelolaan manajemen Gugus TK
Tim kerja gugus TK dapat dibangun melalui :
• Pertemuan yang bermanfaat
• Pengambilan keputusan yang bijaksana
• Komunikasi yang efektif
• Peraturan yang jelas
• Pendelegasian tugas yang tepat

Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
B. Pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan TK
Model-model yang dapat dikembangkan untuk program peningkatan mutu pendidikan TK :
• Memanfaatkan narasumber dari dalam dan mendatangkan narasumber dari luar.
• Kunjungan ke gugus TK lain.
• Sharing sesama anggota gugus TK.
• Mengirim pengurus atau anggota gugus TK untuk mengikuti pelatihan/seminar.
• Mengadakan seminar/workshop bersama gugus TK lain.
• Mengadakan lomba bersama TK dalam satu gugus atau lomba antar gugus TK.
• Mendata kemampuan dan ketrampilan anggota gugus TK.
C. Pelaksanaan program kerja sama pengembangan gugus TK
D. Pelaksanaan evaluasi
E. Penyusunan Laporan
1. Pendahuluan
2. Pengelolaan gugus TK
3. Peningkatan mutu gugus TK
4. Pembiayaan program gugus TK
5. Kendala program gugus TK
6. Alternatif solusi
7. Penutup
F. Pembiayaan program gugus TK
1. Iuran dari TK inti dan TK imbas
2. Dana dari komite TK
3. Dana hasil usaha kegiatan gugus
4. Dana dari lembaga/instansi dan masyarakat
Setyoningsih KKG Kenanga, Sidoharjo
Kesimpulan.
Dengan pemahamn dan peningkatan mutu pendidikan dengan pelatihan dan pendidikan maka pemahaman tentang menejemen yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia akan dapat tercapai dengan demikian tujuan pendidikan akan terasa nyaman dan mantap dirasakan oleh penggaan pendidikan.

Sumber bacaan:
Depdiknas RI (2005) no 14 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas
Depdiknas RI (2005) PP no 19 Taqhun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan . Jakarta : Depdiknas
Peraturan Mendiknas no 52 Tahun 2009 Tentang kreteri dan perangkat Akreditasi TK /RA
Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah no 086/c/kep/u/1995 tanggal 1 Mei 1995 tentangPedoman Pelaksanaan serta pembinaan guru melalui Pembentukan gugus TK

Setyoningsih KKG Kenanga,Sidoharjo

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI GENERASI BERKARAKTER

PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI GENERASI BERKARAKTER
oleh Setyoningsih, Nim Q 100 090 037/ III B

A. LATAR BELAKANG
Pembelajaran adalah suatu proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas dari peserta didik (pelajar) dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan . Dalam rangka menciptaan model – model pembelajaran yang inovatif, maka pembelajaran berbasis TIK sangatlah berperan untuk peningkatan mutu peserta didik, Namun demikian perkembangan pembelajaran berbasisi TIK dalam peningkatan mutu generasi muda haruslah terimbangi dengan pendidikan dini generasi berkarakter.
Banyak yang sudah sadar, Pendidikan di Indonesia hanya mencetak pengangguran tanpa bisa berko,petisi atau menciptakan lapangan kerja. Ini sebuah kemubaziran dari kucuran trilyunan dana masyarakat dan pemerintah (Djati Indra 2003). Maka dari itu perkembangan ilmu pengetahuan apalagi perkembangan TIK perlu di imbangi dengan iman dan karakter generasi muda yang mencerminkan kepribadian tang mantab dan tangguh terhadap kemajuan apapun yang berkaitan dengan pembelajaran . Dalam rangka pengembangan ilmu pembelajaran “ belajar itu mrncari apa?, pengetahuan, ketrampilan, teknik, sikap, atau pengalaman tu semua perlu proses dan media pembelajaran yang berkembang pada masyarakat sekarang ini.
Dengan mempelajari pekembangan ilmu yang sekarang ini berkembang apalagi ilmu yang berbasisi TIK sangat berperan dalam belajar untuk meningkatkan kecerdasanKecerdasanLinguistik: kecerdasan kata-kataLogika-matematika: kecerdasan nomor & sebab-akibatSpasial: kecerdasan image & gambar-gambarMusikal: kecerdasan tone, thythm, dan timbrenterpersonal: kecerdasan memahami sosialIntrapersonal: kecerdasan memahami diri sendiri .
B. PERMASALAHAN
Bagaimana pembelajaran berbasisi TIK sejalan sepadan dengan perkembangan generasi yang berkarater sehingga akan mapu meningkatan mutu pembelajaran.
C. TEORI.
Perkambangan dalam peningkatan pembelajaran akan mengalami perubahan dalam pembelajaran apapun. Dibutuhkan alternative pendidikan yang tepat untuk mengatasi pesatnya kemajuan pembelajaran yang saat ini sedang berjalan dalam perkembangan masyarakat, apalagi pembelajaran yang berbasisi TIK jangan sampai melunturkan karakter generasi. Pendidikan berkarakter adala cara berpikir dan berperilaku yang menjadi cirri khas individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingukungan keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara ( Nana Sudjana, 2004) Individu yang berkarakter baik adalah yang b isa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat, sekalipun diikuti molek perkembangan pembelajaran TIK yang sangat pesat dan cepat bwerkembang dalam masyarakat.
Dalam pendidikan anak usia dino sekalipun diberi bekal perkembangan model pembelajaran yang berbasisi TIK maka tidak akan terlepas dengan pendidikan karakter bagfi generasi , Perkembangan pembelajaran TIK sangatlah cepat merampah pada anak dan masyarakatm maka pendidikan karakter sangat berpetran. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yatru melibatkan aspek pengetahuan (cognitif), aspek perasaan (feeling) dan tindakan ( action ) menurut tomas Licona tanpa ketiga aspek itu maka pendidikan tidak akan afektif ( Mohamad Toha, 2001) Dengan keseimbangan yang demikian maka sekalipun terjadi perubahan dalam pembelajaran akan mudah menyesuaikan keadaan. Perubahan dalam pembelajaran yang adan diataranya 1. Pembelajaran terpusat pada Siswa 2. Pembelajaran mengarah pada pemecahan masalah Pembelajaran Aktif. 3. Pembelajaran berbasis proyek. Dengan demikian perkembangan pembelajaran apapun akan terasa efektifitas pembelajaran yang ada yang meliputi: Efektifitas Pembelajaran , Efektif 30% yang meliputi :1. Guru yang baik 2. Fasilitas pendidikan yang baik 3. Bahan ajar yang bermutu baik4. Adanya kemauan dari siswaEfektif 50%1. Laboratorium 2. Alat peragaEfektif 90%1. Multimedia 2. Simulasi InteraktEfektif 100%? Kemampuan Memori Memahami Pengetahuan10 % Membaca 20 % Mendengar 30 % Melihat50 % Melihat & Mendengar80 % Berbicara90 % Berbicara dan melakukan (interaktif)
Media pembelajaran apapun harus sesuai dengan perkembangan jiwa anak yang bersangkutan Media PembelajaranSegala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan, dan sikap), serta dapat merangsang pikiran, perasan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, dan terkendali. Maka dengan perkembangan karakter anak uang seimbang maka prran TIK dalam pengembanagn pembejatan akan terasa nyaman dan bisa terikuti dengan baik dan peran TIK dapat dirasakan. Peran TIK dalam Pembelajaran tidak terlepas dari pengertian TIK itu sendiri.
Pengertian TIKTeknologi; cara mensinergikan peralatan yang digunakan (hardw/softw), supaya mampu dimanfaaatkan maksimalInformasi ; text, grafik, gambar, audio, video, animasi yang mampu memberikan makna bagi orang lain.Komunikasi; hubungan satu dengan lainnya untuk saling bertukar data dan informasiKomputer; suatu peralatan (hardware/ Software) yang digunakan untuk mengelola konten informasiKonten; informasi seperti; text, grafik, gambar, audio, video, animasi yang mampu memberikan makna bagi orang lain.Potensi TIK Dalam PembelajaranSearching; search engineCollecting, MP3, garfik, animasi, videoCreating, membuat web, membuat gameSharing, web pages, blog Communicating, e-mail, IM, chatCoordinating, workgroups, mailing listMeeting, forum, chatroom Socializing, beragam kelompok sosial on lineEvaluating, on line test, on line advisorBuying-Selling on lineGaming, game on lineLearning, jurnal on line, riset on lin
Dengan perkembangan pembelajaran yang berbasisi TIK yang begitu banyak model , nama , jaringan dan sebaganya maka akan tidak terjadi penyalahgunaan perkembengan pembelajaran yang berbasisi TIK maka perlu menciptakan kualitas peserta didik , khususnya anak usia dini kearah masyarakay yang berkualitas karakter. Cara yang paling mudah menciptakan adalah untuk peserta didk yang paling bawah maka perlu dicipakan keteladanan dan pendidiksn karakter, untuk memberikan teladan dalam berbuat kebaikan yang akhirnya membuat mereka akan berkarakter baiak sebagai wujud teladan dan ketaatan ( Rosmali , 2008) sedangkan pada anak – anak yang belum dewasa pendidikan karakter adalah solusi yang mujarab untuk mengubah perilaku negative ke positif ( Umar , 2999)
Maka dengan kesiapan jiwa yang berkarater maka gebersi muda akan mudah menerima keunggulan – keunggual pembelajaran berbaisi TIK.
Keungulan –keunggulan itu akan akan mapu meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik itu sendiri. Keunggulan Multimedia PembelajaranMemperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gunung, laut, gajah, dllMenyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit, dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, berkembangnya bunga, dllMenyajikan benda atau peristiwa yang jauh seperti bulan, bintang, matahari,salju, dllMenyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapiMeningkatkan daya tarik siswaKomponen MultimediTeksFotoGambarAudioVideoAnimasiGambar DiamMenampilkan satu objek tunggalMemberi kesempatan audience utk mengamati lebih lamaBisa menunjukkan hubungan skematik atau strukturGambar BergeraVisualisasi prosesMembawa audience untuk memperhatikan sesuatu detilMenunjukkan hubungan antar objekAnimasiMemvisualisasikan gagasan/khayalanMenghidupkan sesuatu yang mati, diamMenyederhanakan proses yang rumit, sulitMenggantikan atau menirukan benda sebenarnyaMempercepat atau memperlambatSimulasiMenunjukkan sebab akibatVirtual laboratoriumTeksMenyederhanakan konsep yang rumitPerlu kesamaan, kesepakatan persepsi/budayaSuara, Musik, FXMendukung gambarMenyampaikan pesan verbal Membangun emosi
Pengertian Lab. MultimediaMerupakan fungsional laboratorium (tempat praktikum) yang mampu memfasilitasi beberapa aktivitas praktikum sekolah dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)Yang dimaksud beberapa aktivitas praktikum sekolah adalah aktivitas praktikum yang tidak dapat dilayani oleh laboratorium konvensional (Lab. Bahasa, Lab. IPA, dan Lab. Komputer), tetapi dapat dilayani oleh Laboratorium Multimedia dengan menggunakan teknologi multimedia dan simulasi komputerLayanan Lab. MultimediaInteraksi antara Guru-Murid dan Murid-murid penayangan Video Pembelajaran Latihan Mata Pelajaran Interaktif (online) Simulasi Kasus berbasis multimedia
Dengan kesiapan jiwa anak peserta didik dalam menerima perkembangan pembelajaran nyang berbasis TIK akan mempermudah pemahamannya.Penggunaan information and communication Teknologi ( ICT) hendaknya sesuai dengan kapasitas usia peserta didik sesuai dengan perkembangan spikologisnya. Berdasarkan kenyataan bahwa pada dasarnya pengaruh tehnologi terhadap peserta didik memang sangatlah mudah berkembang maka perlu pendidikan berkarakter agas bisa membantu proses pembelajaran sesuai dengan umur peserta didk. Apaun yang berkaitan den gan model pembelajaran yang berdasarkan TIK sangatlah beperan dalam kelangsungan hidup masa mendatang. , Kecerdasan inteletual bukanlah sebab mendasar dalam membangun peradapan, karena peradapan sangat mempengaruhi kepemanfaatan dari perkembangan pembelajaran yang berbasisi TIK untuk memaksimalkan dan membangun peradapan maka satu-satunya alas an yang rasional dan universal adalah factor character. perab yang mendasa character dalam membangun peradapan juga dibuktikan oleh empiris, karena kenyataan bahwa dimana saja masyarakat yang berkualitas baik, mereka dapat membuktikan penciptaan peradapan yang memang sebagai fakta sejarah ( Syamsudin, 1999). Masyarakat atau peserta didik dalam menerima perkembangan TIK yang sesuai dengan perkembanagn spikologis jiwa anak atau peserta didik maka manfaat dan guna dari model pembelajaran TIK yang berkembang sangat cepat di dalam masyarakat. Hal ini akan mempermudah dalam mengunakan model perkembangan pembelajaran yang berbasisi TIK. Dengan analisis yang universal bahwa peran dan pengaruh dari model pembelajaran yang berbasisi TIK bisa mameanfaatkan perkembangan pembelajaran yang berbasis TIK sesuai de3ngan kebutuhannya.
D. ANALISIS
Di jaman perkembangan yang sekarang serta elektronik maka sebagai komunitas masyatakat apalagi sebagai peserta didik , maka dalam penyikapi dan menerima perkembangan TIK perlu dilandasi dengan pemahaman yang berdasarkan spikologis agar dalam pemanfaatan perkegmbangan TIK basi peserta didik sangatlah dipengaruhi oleh adanya pendidikan berkater bagi generasi muda yang akan menerima dan memanfaatkan perkembanmgan tehnologi. dengan demikian akan mempernudah mehaman terhadap nam,a , istialh dan peran perkembangan pembelajaran yang berbasisi TIK. Diantaranya sebagai berikut:
1. Pengertian Media
Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan.

Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata “ medium “ yang berarti “ pengantar atau perantara “, dengna demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.Kit Lay Bourne ( 1985 : 82 ) menyatakan bahwa “ penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa cukup dapat mengawasi suatu berita.” Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengan verbalisme. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap, akan memperbesar pekuang terjadinya verbalismeMedia yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang berguna bagi anak didik dalam pembelajaran, dan bagaimana dengan adanya media berbasis TIK tersebut, khususnya menggunakan presntasi power point dimana anak didik mempunyai keinginan untuk maju, dan juga mempunyai kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak.Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu mencipatakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya,. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan mamahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka. Arief S. Sadiman ( 1984:6 ) mengatakan bahwa media “ adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar seperti film, buku dan kaset “. RE Clark ( 1996 : 62 ) mengungkapkan bahwa “ the of of media to encourage student to invest more afford in hearing has along history “.Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinakn anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan. Menurut Soeparno ( 1987:8 ) menyebutkan ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar, yakni :
a. ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalamproses belajar mengajar,
b. ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu
c. ada perbedaan karakteristik setiap media
d. ada perbedaan pemakai media tersebut
e. ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan
Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.

2. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Penggunaannya Penggunaan media pembelajaran yang berbasis TIK merupakan hal yang tidak mudah. Dalam menggunakan media tersebut harus memperhatikan beberapa teknik agar media yang dipergunakan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan tidak menyimpang dari tujuan media tersebut, dalam hal ini media yang digunakan adalah Komputer dan LCD Proyektor. Arief S. Sadiman ( 1996 : 83 ) mengatakan bahwa :Ditinjau dari kesiapan pengadaannya, media dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu media jadi karena merupakan komoditi perdagangan yang terdapat di pasaran luas dalam keadaan siap pakai ( media by utilization ) dan media rancangan yang perlu dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk maksud dan tujuan pembelajaran tertentu.Dari pernyataan tersebut di atas dapat dikategorikan bahwa media Komputer dan LCD Proyektor meupakan media rancangan yang mana didalam penggunaannya sangat diperlukan perancangan khusus dan didesain sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan. Perangkat keras ( hard ware ) yang difungsikan dalam menginspirasikan media tersebut adalah menggunakan satu unit computer lengkap yang sauah terkoneksikan dengan LCD Proyektor. Dengan demikian media ini hendaknya menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran khususnya PKn.
a. Komputer sebagai Media Pembelajaran
Aplikasi komputer dalam bidang pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara individual (individual learning). Pemakai komputer atau user dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi. Perkembangan teknologi komputer jaringan (computer network/Internert) saat ini telah memungkinkan pemakainya melakukan interaksi dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang diinginkan. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Beberapa lembaga pendidikan jarak jauh di sejumlah negara yang telah maju memanfaatkan medium ini sebagai sarana interaksi. Pemanfaatan ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik (feedback) yang segera kepada pemakainya. Contoh penggunaan internet ini adalah digunakan oleh Universitas terbuka dalam penyelenggaraan Universitas Terbuka Jarak Jauh disamping mahasiswa mendapat modul untuk proses belajar mengajar dia juga dapat mengakses informasi melalui internet. Denagn jiwa yang terbekali dengan pendidikan karakter sejak dini maka akan member kemudahan yang sesuai dengan kebutuhannya.kebutuhan. Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan “kesabaran komputer”, dapat membantu mahasiswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Dengan kata lain, komputer dapat menciptakan iklim belajar yang efektif bagi mahasiswa yang lambat (slow learner), tetapi juga dapat memacu efektivitas belajar bagi mahasiswa yang lebih cepat (fast learner).Disamping itu, komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap prestasi belajar mahasiswa. Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat diprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Komputer juga dapat dirancang agar dapat memberikan preskripsi atau saran bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar tertentu. Kemampuan ini mengakibatkan komputer dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning). Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation). Hal ini menyebabkan komputer mampu menyampaikan informasi dan pengetahu-an dengan tingkat realisme yang tinggi. Hal ini me-nyebabkan program komputer sering dijadikan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan belajar yang bersifat simulasi. Lebih jauh, kapasitas memori yang dimiliki oleh komputer memungkinkan penggunanya menayangkan kembali hasil belajar yang telah dicapai sebelumnya. Hasil belajar sebelumnya ini dapat digunakan oleh siswa sebagai dasar pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar selanjutnya.Keuntungan lain dari penggunaan komputer dalam proses belajar dapat meningkatkan hasil belajar dengan penggunaan waktu dan biaya yang relatif kecil. Contoh yang tepat untuk ini adalah program komputer simulasi untuk melakukan percobaan pada mata kuliah sains dan teknologi. Penggunaan program simulasi dapat mengurangi biaya bahan dan peralatan untuk melakukan percobaan. (Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:11-12)Teknologi jaringan komputer/internet memberi manfaat bagi pemakainya untuk melakukan komunikasi secara langsung dengan pemakai lainnya. Hal ini dimungkinkan dengan diciptakannya sebuah alat bernama modem. Jaringan komputer/internet memberi kemungkinan bagi pesertanya untuk melakukan komunikasi tertulis dan saling bertukar pikiran tentang kegiatan belajar yang mereka lakukan. Jaringan komputer dapat dirancang sedemikian rupa agar dosen dapat berkomunikasi dengan mahasiswa dan mahasiswa dapat melakukan interaksi belajar dengan mahasiswa yang lain. Interaksi pembelajaran dengan menggunakan jaringan komputer tidak saja dapat dilakukan secara individual, tetapi juga untuk menunjang kegiatan belajar kelompok. Pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh dikenal juga dengan istilah Computer Conferencing System (CCF). Biasanya sistem ini dilakukan melalui surat elektronik atau E-mail. Beberapa kelebihan pemanfaatan jaringan komputer dalam sistem pendidikan jarak jauh yaitu: dapat memperkaya model-model tutorial, dapat memecahkan masalah belajar yang dihadapi mahasiswa dalam waktu yang lebih singkat dan dapat mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam memperoleh informasi. CCF memberi kemungkinan bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan interaksi pembelajaran langsung antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok (Mason, 1994 dalam Benny A. Pribadi dan Tita Rosita, 2002:13-14)
b. Kreativitas Siswa
Kreativitas yang didmiliki oleh manusia sejak dilahirkan ke dunia suatu yang wajar. Demikian juga dengan guru, karena kreatvitasnya itu maka seseorang dapat mengaktualkan dirinya. Di sini terutama dalam penggunaan media pembelajaran PKn, mengingat peranan guru yang sangat besar dalam pembentukan sikap dan mental serta pengembangan intelektualitas anak yang dimilikinya.Nanda Sudjana ( 1987 : 20 ) mengatakan bahwa kreativitas ”merupakan cara atau usaha mempertinggi atau mengoptimalkan kegiatan belajar siswa dalam proses pembelajaran ”. Pengaruh yang diberikan oleh guru dalam pendekatannya dengan siswa bisa saja lebih besar dibandingkan dengan yang dimiliki oleh orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh kesempatan untuk merangsang siswa dan kalau ingin menghambatnya lebih banyak dari orang tua siswa.Penggunaan media oleh guru dalam proses pembelajaran, tentumya tidak terlepas dari bagaimana guru tersebut mengajar. Guru Pkn perlu memperhatikan pedoman datau falsafah dalam mengajar. Ini akan bermanfaat guna pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Samion AR ( 2001 : 4 ) menyatakan bahwa :
Falsafah mengajar yang harus diperhatikan oleh guru dalam menumbuhkan kreativitas siswa adalah :
a. mengajar adalah sangat penting dan sangat menyenangkan
b. siswa patut dihargai dan disayangi sebagai pribadi yang unik
c. siswa hendaknya menjadi pelajar yang aktif
Dengan memperhatikan pendapat di atas dan melaksanakan secara optimal, maka guru dalam penggunaan media juga harus memperhatikan hal-hal tersebut. Media yang dipergunakan sebagai alat bantu dapat saja menjadi pendorong bagi anak didik. Mempermudah untuk memahami materi yang disajikan. Pendorong agar para guru mempunyai daya kreativitas tinggi tentunya berpengaruh dengan cita-cita. Cita-cita disini merupakan pusat dari bermacam-macam kebutuhan, artinya kebutuhan-kebutuhan biasanya dipusat di sekitar cita-cita itu.Kreativitas yang merupakan kemampuan seseorang untuk mengaktualkan dirinya dalam pergaulan dan juga dalam pembelajaran di sekolah. Hal in yag diharapkan agar dengan adanya media pembelajaran atau dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TIK anak dapat kreatif dan berkembang sesuai yang diinginkan. Adapun ciri-ciri anak yang mempunyai kreativitas tinggi menurut Asep H. Hermawan ( 1997 : 50 ) : selalu ingin mengetahui sesuatu yang benarselalu ingin mengubah sesuatu yang telah adamencoba hal-hal yang baru.
D . REKOMENDASI.
Bagi para guru dan lembaga pendidikan pengawasan terhadap pemakaian dan pemaanfaatan dari model pembelajaran berbasisi TIK sangat penting agar pemanfaatan dari pembelajaran berbasisi TIK bisa sesuai dengan p[erkembangan peserta didik
Apa yang menjadi dasar pemahaman terhadap pemakaian perkembangan model pemb elajartan yang berbasis TIK adalah pendidikan karakter sejak dini yang sering diterapkan pada anak usia dini. berkandung maksud bahwa dengan bekal pemahaman yang dilandasi dengan jiwa yang sudah matang maka pemakaian ilmu pengetahuan yang berbsis TIK maka anak akan mampu menggunakan model pembelajaran yang berbasisi TIK akan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jiwa anak didik, Maka hendakalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan TIK maka anak perlu pengawasan dan pembelajaran yang seimbang denagan jiwa dan kebutuhan pembelajaran, sehingga anak didik tidak akan salah menggunakan pemanfaatan perkembangan teknologi dalam pembelajaran . Peran guru di sini sangatlah penting dalam pengawasan pemakaian model pembelajaran yang berbasis TIK.

D. DAFTAR PUSTAKA.
1. anggoro, Mohammad Toha , Tahun 200, Tutorial elektronik melalui internet, Jurnal pendidikan terbuka dan jarak jauh.
2. H Emil Rosmali, Tahun 2008 Tugas dan peran guru, http:/www. alfurgon.or.id/index.hph/option=com _content & taks= view & id =58& Itemid=10 diakses tanggal 9 desember 2010.
3. makmum, Syamsudin abin, 1999 Psikologi Pendidikn, Bandung:Remaja Rosdakarya.
4. Sutrisno 2007 E- Learning di sekolah, internet http://www.acehinstitute.org. diakses tanggal 10 desember 2010.
5. Etiwati, 2008 , Mengajar denganh sukses, http://tpj.bpk.penabur.or.id/index.php/option=com_content& taks=view 7 id=154 7 itemd=27.
6. Sidi, Djati Indra,2003, menuju masyarakat belajar, Jakarta, Paramadina

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment